Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review Buku

Membaca Dea Anugrah, Membaca Kedunguan Diri Sendiri

Gambar
Judul Buku        : Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya Penulis              : Dea Anugrah Penerbit           : Buku Mojok Tahun              : 2019 Manusia yang memilih untuk pesimis adalah dia yang akan melihat dunia menjadi lebih indah dan luas. Manusia pesimis tidak akan kaget ketika realita yang ada ternyata jauh dari harapan. "Orang," kata Dea Anugrah pada salah satu sesi wawancaranya dengan media Kumparan, "bisa melihat keindahan hidup kalau dia pesimistis, kalau dia optimistis, dia nggak siap kecewa." Menurutnya, optimisme lahir dari sebuah keputusasaan.

La La La Leeds!: Menelusuri Inggris dan Seluk Beluknya

Gambar
Sampul Depan "La La La Leeds!" Judul Buku           : La La La Leeds!: Catatan Perjalanan Mahasiswa Indonesia di Inggris Penulis                  : Wisnu Prasetya Utomo Penerbit               : Buku Mojok Tahun                    : Februari 2019 Beberapa bulan yang lalu melalui laman media sosial, saya mendapatkan sebuah informasi mengenai akan diterbitkannya buku “La La La Leeds!” ini. Sebelumnya, ketika sang penulis buku ini masih berada di Leeds untuk melanjutkan kuliah master Communication and Media di University of Leeds , saya telah mengikuti beberapa cerita yang ia unggah di blog pribadinya. Kemudian ketika buku tersebut benar-benar akan rilis pada pertengahan Februari lalu, saya ikut menjad...

#Narasi, Membaca Nonfiksi Rasa Fiksi

Gambar
(Dimuat di Nuansa Kabar edisi bulan Maret 2017) Judul Buku                        : #Narasi: Antologi Prosa Jurnalisme Penyunting                        : Wisnu Prasetya Utomo Penerbit                            : Pindai Tahun Terbit                     : 2016 Tebal Halaman                  : i-xviii + 466 halaman Belakangan ini di dunia maya sedang marak adanya berita-berita yang singkat, cepat, dan mayoritas dari mereka hanya mengandalkan satu atau dua narasumber. Bisa dikatakan pula, saat ini media online sedang “naik daun” dan sangat digemari oleh masyarakat untu...

Membaca Media Melalui “Suara Pers, Suara Siapa?”

Gambar
  Buku "Suara Pers, Suara Siapa?" Saya awalnya hanya membaca sebuah artikel “Suara Pers, Suara Siapa?” di laman pindai.org pada saat itu. Saya tertarik untuk membacanya karena isi pembahasan artikel tersebut kebetulan sesuai dengan apa yang sedang saya pelajari di bangku kuliah. Pembahasannya tidak lain dan tidak bukan yaitu mengenai media-media yang kian marak pada saat ini dan pengaruhnya terhadap publik. Saya tentu sangat tertarik ketika mendengar kabar bahwa buku kumpulan tulisan terkait isu media yang ditulis oleh seorang peneliti di pusat kajian media dan komunikasi, Remotivi, Wisnu Prasetya Utomo, yaitu “Suara Pers, Suara Siapa?” akan segera diterbitkan. Didesak dengan rasa penasaran dan kurangnya asupan buku meng enai kajian media, akhirnya saya memutuskan untuk membelinya.

Nasional.is.me, Lebih Dekat dengan Indonesia

Gambar
buku Nasional.is.me Judul Buku       : Nasional.is.me Penulis              : Pandji Pragiwaksono Penerbit            : Penerbit Bentang Pustaka Tahun               : 2011 Tebal Buku       : 330 halaman Saat ini orang yang pesimis dengan negeri ini lebih mudah ditemukan daripada orang yang optimis dan rela berjuang untuk masa depan bangsanya. Karena mayoritas dari mereka terlalu banyak dicekoki dengan hal-hal atau berita-berita yang buruk tentang negeri ini, misalnya tentang korupsi atau kecurangan yang merajalela dan pada akhirnya mereka memilih untuk duduk diam dan hanya menonton. Dalam kondisi seperti ini alangkah lebih baik jika masyarakat juga banyak mengetahui tentang sisi postif dari bangsanya, karena Indonesia memiliki banyak sekali keinda...

Back To You: Komedi yang Serius

Gambar
cover Back To You (sumber: daraprayoga.com) “Bukan tanpa alasan waktu menjadi satu-satunya dimensi yang paling krusial disebut dalam kitab suci. Demi masa (waktu). Kekuatannya yang luar biasa karena ia takkan pernah bisa ditarik kembali. Dengan tak pernah bisa datang kembali, waktu merupakan guru yang paling bijak. Membiarkan muridnya, yaitu kita, para pejalan skenario kehidupan, agar merasa ditinggalakan oleh waktu.” – Bab 13, Ini Akhir dari Awal.

Berimajinasi melalui Buku Edensor

Gambar
"Karena jika kita berupaya sekuat tenaga "menemukan" sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah "menemukan" apa yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi, sepahit apa pun keadaannya." - Andrea Hirata (Edensor). Edensor adalah buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Buku yang mempunyai tebal kurang lebih 294 ini menurut saya sangat unik. Ditambah dengan isi cerita dan bahasa yang digunakan dalam buku ini membuat pembaca ketagihan untuk mengikuti setiap mozaik-mozaik yang ada.